SERANG – Ratusan warga yang tinggal di Perumahan Bumi Nagara Lestari (BNL), Desa Nagara, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, mengeluhkan kondisi saluran air bersih dari PDAM yang macet total alias kering pada Minggu (18/10/2026). Dampak dari tidak mengalirnya air bersih ini membuat aktivitas domestik warga menjadi lumpuh.
Menurut informasi yang dihimpun di lapangan, terhentinya pasokan air tersebut diduga kuat merupakan imbas dari adanya penutupan pintu air pada bendungan lokal (acara bendolan). Warga sangat menyayangkan sikap pengelola air bersih, dalam hal ini Perumda Tirta Albantani Kabupaten Serang, yang dinilai kurang profesional dan tidak melakukan antisipasi dini.
"Sangat tidak baik tata kelolanya. Harusnya sebelum ada acara penutupan bendungan itu, pihak PDAM menampung pasokan air terlebih dahulu agar kebutuhan warga tidak terganggu. Kalau seperti ini, warga yang langsung kena dampaknya," keluh salah satu warga setempat.
Dampak dari kemacetan air ini memaksa warga mengeluarkan biaya ekstra demi mencukupi kebutuhan harian. Salah seorang warga Perum BNL yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan rasa kecewanya yang mendalam terhadap ketimpangan pelayanan PDAM.
"Kalau air macet begini, kami terpaksa beli air galon untuk kebutuhan sehari-hari seperti memasak, mandi, dan mencuci. Padahal kami ini bayar rutin setiap bulan sekitar Rp 150.000 hingga lebih dari Rp 200.000. Giliran warga telat bayar, diteror telepon terus, bahkan kalau lewat 3 sampai 4 bulan langsung disegel. Tapi saat warga yang mengadu karena air mati, seakan-akan tidak peduli dan lambat merespons. Apa maunya cuma mungut bayaran saja?" cetusnya dengan nada kesal.
Di sisi lain, saat awak media mencoba melakukan konfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp kepada salah satu petugas lapangan PDAM berinisial AF, pihak internal sendiri terkesan gagap dalam memberikan informasi dan solusi kepada pelanggan.
"Ya pak, saya juga kurang tahu dan belum dapat informasi sama sekali. Saya juga sudah chat (pimpinan) dan lagi menunggu balasan. Tadi bos saya bilang ini dampak dari bendolan yang ditutup bendungannya. Kalau tidak, langsung saja pak chat atau telepon ke nomor pengaduan," ujar AF saat dikonfirmasi.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak manajemen Perumda Tirta Albantani Kabupaten Serang maupun pihak terkait lainnya belum memberikan pernyataan resmi secara tertulis terkait kepastian kapan aliran air bersih ke Perumahan Bumi Nagara Lestari akan kembali normal. Awak media masih terus berusaha menghubungi pihak-pihak berwenang guna mendapatkan klarifikasi lebih lanjut.(Red)


