Iklan

Titik Rawan Longsor Mengancam Nyawa, Warga Kampung Mundu Desak Pemkab Serang dan APH Tindak Pengelola Kawasan CBA

bantenmornasional.com
Minggu, 04 Oktober 2026, 07.43 WIB Last Updated 2026-10-04T00:43:40Z


SERANG – Warga Kampung Mundu diselimuti rasa was-was dan ketakutan yang mendalam, terlebih saat intensitas hujan mulai meninggi. Rumah tempat tinggal mereka kini berada tepat di titik rawan longsor akibat aktivitas dan area operasional Kawasan Industri CBA. Pihak manajemen kawasan diduga kuat tidak memedulikan keselamatan warga sekitar yang terdampak langsung oleh operasional mereka.

Menurut pengakuan warga, pihak pengelola kawasan CBA sebenarnya telah menjanjikan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) sejak delapan bulan lalu. Namun, hingga hampir satu tahun berlalu, janji tersebut menguap tanpa ada tindakan nyata maupun perhatian dari pihak manajemen.

"Saya meminta agar pihak CBA segera membangun TPT agar tanah di pinggir rumah saya tidak terus longsor. Ini sudah mengancam nyawa kami," ujar salah satu warga terdampak, Ibu Santinah, dengan nada sedih saat ditemui awak media.

Kondisi ini memicu desakan dari warga agar Pemerintah Kabupaten Serang dan Aparat Penegak Hukum (APH) segera turun tangan membantu. Ibu Santinah secara khusus meminta perhatian dari Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah.

"Katanya Serang Bahagia, tapi di sini kami merasakan Serang Menangis," lanjutnya.

Bagi warga, keselamatan jiwa keluarga jauh lebih berharga daripada urusan materi. Warga berharap pihak kawasan tidak lepas tangan atas dampak lingkungan yang ditimbulkan.

"Kalau uang kita bisa cari, tapi kalau nyawa tidak bisa kita beli. Saya berharap pihak CBA jangan lari dari tanggung jawab," tegas Ibu Santinah.

Berdasarkan keterangan di lapangan, keluhan ini sebelumnya telah dilaporkan langsung kepada perwakilan pihak kawasan CBA, yang saat itu ditemui oleh Pak Cahyo dan Pak Joni. Namun, kedatangan perwakilan tersebut diduga hanya memberikan janji manis demi meredam kemarahan warga tanpa ada realisasi nyata hingga hari ini.

Sementara itu, saat awak media melakukan konfirmasi kepada salah satu pihak manajemen PT CBA, Pak Nur, terkait keluhan warga terdampak longsor ini, ia enggan memberikan penjelasan mendalam dan melemparkan tanggung jawab ke pihak lain.

"Waalaikumsalam wr wb. Silahkan didiskusikan dengan pengelola kawasan (Pak Anas), Pak," ujar Pak Nur singkat melalui pesan tertulis.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tindakan preventif yang dilakukan di lokasi. Warga mendesak pihak pengelola kawasan di bawah kepemimpinan Pak Anas untuk segera mengambil langkah konkret dan membangun TPT sebelum kelalaian ini memakan korban jiwa.(Red)

Komentar

Tampilkan

  • Titik Rawan Longsor Mengancam Nyawa, Warga Kampung Mundu Desak Pemkab Serang dan APH Tindak Pengelola Kawasan CBA
  • 0

Terkini